Film Indonesia : 2014- Siapa di atas Presiden

Berawal dari “sedikit stres” dengan thesis dan tugas kuliah membuat gw yang tadinya pede dengan topik thesis namun setelah menghadap dosen dansetengah harian di perpus mencari dan mencari research problem yang lebih spesifik untuk area yang gw minati, akhirnya kepala pun terasa berat

gw pun yang sedaritadi bersama teman seangkatanpun memutuskan untuk “mencari angin segar”
“Kita cari sesuatu yang bikin kita refresh sejenak yuks? makan enak kek,,nonton kek”
“Yuks k BIP ada film nih jam 15.40 jawab sang teman”
“Hayuks”

download

Kitapun ke BIP dan waktupun hampir menunjukkan jam 15.40, berhubung gw belum shalat Ashar, gw saranin teman gw untuk nonton film Indonesia 2014 yang tayang jam 16.30 . gw pun bilang sama teman gw klo kemaren sempat baca reviunya dari Okto Silaban sepertinya bagus. Setelah beli tiket gw pun shalat dan menunggu sejenak sebelum pintu theater 3 di buka.

Kitapun sempat ragu, filmnya bagus apa enggak. Ketika pintu theater sudah dibuka dan beberapa iklan sudah tayang gw pun sempat memerhatikan sekitar, ternyata gak banyak yang nonton. klo gak salah kurang dari 10 orang. Pikir gw mungkin karena hari Senin dan filmnya udah 2 mingguan tayang jadi sepi penonton.

Filmpun dimulai dan kita langsung disuguhi dengan latar waktu menjelang pemilu dengan 3 tokoh calon presiden yang satu negarawan, yang satu lebih condong agamais, dan yang satu politisi yang pintar komunikasi.Cukup mencerminkan tokoh2 calon presiden di Indonesia pada umumnya.

Film yang disutradai oleh Hanung Bramantyo dan Rahabi Mandra ini tidak bisa ditebak akhirnya, gw pikir awalnya tokoh baik di film ini akan mati semua ternyata enggak. Film ini dibintangi oleh 3 generasi artis, generasi Rudy Salam dkk, generasi Atiqah H dan Rio Dewanto dan generasi terakhir Ricky Nazar dan Maudy Ayunda.

Berikut ringkasan terkait film ini :
1. Peran Rudy Salam dan Ray Sahetapy sebagai calon presiden disini penuh konspirasi politik walaupun pada dasarnya mereka berdua baik namun karena Rudy Salam ditunggangi oleh kepentingan lain sehingga dia pun menjebak Ray S agar bisa gugur sebagai kandidat calon presiden walaupun di akhirnya Rudy Salam tewas karena yang “punya kepentingan” tidak bisa lagi mengontrol Rudy S.
2. Peran Atiqah sebagai anggota polisi dan Rio Dewanto sebagai penjahat mempertemukan mereka pada scene2 laga. Adegan laga antara keduanya lumayan oke walaupun di beberapa scene agak terlihat peran pengganti Atiqah. yang gw bayangin malah adegan salahnya. Mungkin mereka ketawa2 kali ya secara pasutri hehe
3. Di film ini juga menceritakan dengan adanya media sosial bisa membangun opini publik, dalam hal ini opini publik yang dibangun ke arah positif.
4. Peran Ricky Nazar(sebagai anak Rudy Salam) dan Maudy Ayunda (sebagai anak pengacara Rudy Salam) juga cukup menarik, pasangan muda yang cukup berani mengambil resiko untuk memperjuangkan kebenaran
5. Walaupun film ini agak serius namun dibumbui oleh peran waria yg kocak sehingga film ini sedikit berwarna (maksudnya gw jadi ngakak nontonnya hahaha)

Tpi overall , film ini cukup bagus untuk ukuran film Indonesia bertema politik. Pesan moralnya : Kita harus berani untuk menyatakan pendapat dan melakukan yang memang seharusnya untuk negeri ini.