Capicity Building Kantor 20-21 April 2017

Acara dua tahunan kantor yang akhirnya bisa gw ikuti setelah 2 tahun sebelumnya absen karena lagi kuliah.

Acara capacity building yang bagi gw seroo banget mulai dari tracking melewati sawah dan perkebunan sampai destinasi terakhir di curug

Habis itu tidur ditenda dan dilanjutkan dengan kambing guling

Esoknya acara dimulai dengan rafting, dilanjutkan flying fox dan melintasi lido bridge. arena terakhir panahan

acara ditutup dengan mendatangkan motivator terkenal Jamil Azzani

Advertisements

Naik Uber : Aman

Dengan adanya strategi marketing uber dengan cara mengapresiasi setiap penumpang yang mempromosikan uber ke orang lain dengan memberikan free ride akhirnya gw pun ketiban rejeki ,,,gw dapat 7 free ride up to 75rb

Nah, free ride ini baru gw pake pas lagi di Jakarta. Sebenarnya uber gak bisa dibilang sebagai solusi kemacetan jakarta tapi lebih kepada solusi alternatif bagi sebagian orang yang punya mobilitas tinggi dan gak sempet naik transportasi massal plus gak mau merogoh kocek terlalu dalam.

Dengan tarif yang punya gap  tinggi terhadap tarif taksi konvensional, siapa yang gak mau pindah ke lain hati coba. apalagi kaum menengah ke atas yang terbiasa naik taksi ataupun naik mobil pake sopir bisa jadi ini jadi alternatif pilihan ketimbang harus pusing2 mikirin nyari driver.

Gw pun mencoba naik uber karena mumpung dapet gratisan aja, walaupun gw harus menghabiskan banyak waktu gegara macet namun karena driver yang ramah dan mobil yang nyaman membuat gw anteng2 aja naik uber

Namun, kamis malam kemaren gw sempat ketinggalan hp di mobil uber dan untungnya masih rejeki,,,si driver pun mengantarkan hp gw yang ketinggalan di mobil dua hari setelah kejadian. thx u ya driver

13432222_10210212630577306_1437328592538510567_n

Kuliner Bandung – Yagami Ramen House Simpang Dago

Bagi para pencinta ramen, bisa mencoba Yagami Ramen yang terletak di Simpang Dago, tepatnya dekat lokasi atm samping salon Memori.

Tempatnya asyik ada colokan listrik dan wifi pastinya, jadi selain makan bisa sekalian ngerjain tugas atau cuman pengen nongkrong cantik. Di sini juga terdapat beberapa komik * komik lama sih, jadi sambil nunggu makanan bisa baca komik  sambil me-recall kenangan jaman muda dulu jaman masih baca komik one piece, doraemon dan kawan2.

Harga makanannya masih terjangkau, untuk semangkok Ramen plus topping chicken katsu plus Ocha cukup merogoh kocek kurang dari 50rban.

Disini juga ada menu lain selain ramen seperti ice cream, waffel dan sejenisnya. Jadi klo nongkrongnya lama dan hasil santapan ramen sudah membuat perut keroncongan lagi bisa pesan dessert ini untuk teman cemilan nongkrong atau ngerjain tugas

Selamat mencoba

 

Review e-Commerce – KlikIndomaret dan Alfaonline

Mungkin yang tinggal di kota2 besar seperti Jakarta dan Bandung sudah familiar dengan indomaret dan alfamart. Mini market yang menyediakan kebutuhan pokok sehari-hari, klo pake bahasa gw, warung dengan konsep modern.

Alfamart dan indomaret ini juga sudah melakukan expansi dengan mendirikan beberapa kios dengan konsep yang berbeda seperti alfamidi, indomaret point dan kawan-kawannya.

Dari tahun 2015, kedua jaringan peritel ini juga melebarkan sayapnya melalui e-commerce dengan memperkenalkan klikindomaret.com dan alfaonline.com.

Dengan e-commerce, peritel ini pun melakukan expansi terhadap supplier dari barang2 yang diperdagangkan di layanan situs online ini meliputi barang2 kebutuhan sekunder seperti pakaian dan kawan2. Keberadaan situs online ini tentunya membantu para customer khususnya di kota2 besar yang tidak punya waktu lagi untuk antri di toko ataupun harus ke toko karena kondisi kemacetan ataupun kesibukan yang menyita waktu.

Konsep yang ditawarkan oleh kedua e-commerce ini adalah online dan offline. Ada dua tipe barang yang klo bisa gw grupkan di sini, sederhananya groceries dan non groceries. Groceries adalah barang2 yang memang sudah diperjualbelikan di indomaret/alfamart  seperti barang kebutuhan pokok sehari2 meliputi shampoo, beras dll, intinya barang ini sudah ready stok di toko. Sedangkan non groceries adalah barang2 kebutuhan sekunder yang disediakan oleh supplier.

Nah, jika customer memilih barang dengan kategori groceries, maka ada dua pilihan untuk pengambilan barang yaitu di ambil di toko atau di antar ke alamat. Nanti akan ada rekomendasi indomaret/alfamart terdekat dari alamat. Jadi barang2 yang kita pilih nantinya disesuaikan dengan stok indomaret/alfamart terdekat, jika barang2 yang kita pilih tidak ada maka sistem akan merekomendasikan untuk menghapus barang2 tersebut.Untuk antar alamat, kita pun bisa memilih waktu pengiriman, terlihat bahwa sistem ini sudah mengakomodir kebutuhan customer yang mobilitasnya tinggi, jadi kita bisa menyesuaikan kapan petugas indomaret/alfamart datang ke alamat kita.

Sedangkan barang kategori non groceries, maka akan dikirimkan oleh supplier, klo kebetulan kita beli barang jenis ini dari beberapa supplier berbeda maka barang akan dikirim satu persatu sesuai dengan proses bisnis pengiriman dari masing-masing supplier.

Sekian dulu review dari gw, nanti di update flowchart bisnisnya klo sempet 😀

Yoga Flexibility – Bandung

Udah lebih dari dari 6 bulan gw merutinkan olahraga yoga. Sebelumnya gw tidak terlalu suka dengan yang namanya olahraga, klo di bilang sih olahraga buat gw cuman gaya2 an doank :p

Ketertarikan gw dengan yoga gegara pas pulang kampung liburan panjang tahun kemaren gw diceritakan manfaat yoga oleh tante dan adek gw Vina(anak no 4). Melihat postur tubuh mereka yang berbeda dari biasanya (maksudnya berbeda dari terakhir gw ketemu mereka) membuat gw semangat untuk mengikuti Yoga.

Sekembalinya dari kampung halaman tepatnya semester 3 kemaren atau agustus tahun lalu, gw pun mulai hunting tempat Yoga di Bandung. Tidak banyak informasi yg gw peroleh dari internet, gw hanya menemukan beberapa tempat Yoga di bandung dan rata2 lokasinya jauh dari kosan gw.

Hanya satu tempat yang letaknya dekat kos, ke sana bisa jalan kaki yaitu Yoga Leaf di Jalan Kidang Pananjuang no 5 C. Saat itu, datang ke lokasi dan bertanya apakah ada Yoga khusus kelas cewek, sang pegawai waktu itu memberi tahu tidak ada, kelasnya semua campur. Karena dapat informasi tersebut gw pun mengurungkan niat untuk Yoga di tempat itu.

Dua bulan berselang, ketika kita lagi ngumpul bareng (kita=CIO ladies) alhasil gw baru tahu teman gw alfina udah sebulan ini merutinkan Yoga. Gw pun bertanya tempat dia Yoga dan dia bilang ada kelas khusus cewek. Namun tempatnya jauh dari kosan gw, yang jelas ke sana harus naik Gojek.

Awalnya gw pikir boleh juga nih di coba, akhirnya gw pun mencoba untuk ikut kelas Yoga di Java Sport Club yang berada di Jalan Wastu Kencana sebelahnya Bali Sea Food. Namun sayang lokasi yang jauh dan waktu yang terlalu malam membuat gw akhirnya tidak melanjutkan kelas Yoga di sana.

Untuk mengikuti kelas Yoga di Java Sport Club dikenakan biaya Rp 50.000 setiap pertemuannya.

Alhasil mulai dari semester 4 tepatnya Januari gw pun mencoba kelas Yoga di Yoga Leaf dekat kosan gw. Memang kelasnya bukan khusus cewek tapi palingan cowok yang ikutan cuman 1 or 3 orang. dan pengajarnya asyik, Perempuan usia 40 an yang kondisi fisiknya masih bagus Mba Ema namanya .Orangnya suka cerita dan dari usia 35 sudah menjaga pola makan dengan tidak mengkonsumsi daging, klo gw kayaknya gak sanggup,,,,gak makan nasi padang selama lebih dari 3 hari aja rasanya sudah sakau

Biasanya gw ikut kelas Yoga hari Rabu jam setengah 5 sore selesainya menjelang magrib. Semenjak saat itu, sudah berasa manfaat Yoganya, setidaknya sekarang klo duduk depan komputer sudah langsung pake posisi yang benar, dan klo sekarang harus jalan kaki dari gerbang kampus ke gedung STEI dengan membawa laptop di tas sudah agak terasa enteng mungkin karena otot punggung dan bahunya sudah terlatih. serta berasanya lebih agak tegap aja klo berdiri. I love Yoga 😀

Ini gambar tempatnya *ada foto gw nya yang lagi narsis juga :p

Sebagai informasi tempat Yoga ini konsepnya one stop services jadi dari satu bangunan yang sama ada Parc tempat coworking sekaligus cafe, ada tempat untuk les gitar klasik, ada kelas zumba juga plus ada salonnya juga. Jadi klo habis Yoga capek bisa langsung makan di sini 😀

Untuk harganya Rp 75.000 setiap kali pertemuan dengan durasi 1,5 jam

Maragume Udon & Tempura : Niku Udon

Akhirnya menemukan masakan Jepang yang enak di lidah. Udon adalah sejenis mie yang populer di Jepang.

Klo ibarat joke antara masakan Jepang dengan masakan Indonesia, mungkin bisa begini klo di Indonesia namanya mie ayam klo di Jepang namanya Udon kalo di Indonesia namanya gorengan klo di Jepang namanya Tempura. Dan harganya jauh berkali2 lipat *its just a joke ya..

Yang paling gw suka adalah Niku Udon, karena pertama kali nyoba Niku Udon jadi gak mau nyoba yang lain hihi. Thanks buat Ingrid yang udah ngajakin makan ini pertama kali di margo city Depok, akhirnya ada juga masakan Jepang yang gw suka 😀

Niku Udon dilengkapi dengan lebaran daging sukiyaki dengan kake dashi soup. Rasa supnya yang enak dan porsi yang cukup membuat kenyang. Biasanya gw suka pesan plus tempura sayur dan Ocha. Makan siang disini cukup membuat lo mengantuk untuk kembali ke kantor atau kuliah karena kekenyangan.

Tempatnya punya konsep yang sama di beberapa tempat yang ada di jakarta dan Bandung. Klo bandung adanya di TSM dan jalan Riau. Meja  dan tempat duduk yang terbuat dari kayu seperti sudah melekat di hampir beberapa tempat restoran Jepang.

Harga makanannya sesuai dengan rasa . Niku Udon plus tempura plus Ocha bisa dinikmati dengan harga 70ribuan.

Kuliner Bandung : 90 Gourmet

Sebenarnya udah lama pengen reviu tempat makan ini, berawal dari kepusingan dengan thesis gw dan rekan CIO Ladies lainnya kumpul di sini sambil ngerjain thesis. Tempatnya asik untuk berlama2 di sini. Sebenarnya restoran ini di desain untuk pecinta masakan Korea dan Jepang. Untuk orang2 seperti gw yang gak terlalu doyan masakan Jepang dan Korea jangan khawatir karena masih ada traditional foodnya.

Maklum lidah gw cuman doyan Udon dan Ramen yang lainnya rasanya masih lebih enak masakan padang kemana2.

Tempatnya di Jalan RE Martadinata No 321 di depan Karnivor. Restoran terdiri dari 2 lantai, lantai atas biasanya buka di atas jam 2, untuk lantai bawah terdapat 3 ruangan non smoking, smoking dan ruang private *mungkin

Pelayanannya bagus, harganya klo di banding nasi padang jauh ya :D. Intinya di sini harga makanan sudah termasuk harga tempat dan harga internet yang digunakan, Jadi bisa ditebak harganya berapa. Untuk sekali makan main course + minum kita harus mengeluarkan uang di atas 100rb. Jadi karena bayarnya udah mahal mending lama2 in aja sekalian :p

Untuk masakan Jepang dan Koreanya gw gak bisa kasih rekomendasi karena melihat daftar menu aja sudah membuat gw menelan ludah karena gak ada yang gw doyan hehehe

Tapi klo untuk traditional foodnya gw bisa rekomendasikan Iganya, rasanya pas di lidah

Untuk western food standarlah ya semacam steak dan kawan2

Untuk parkiran restoran cukup luas tapi klo mau naik angkot bisa naik angkot margahayu ledeng atau bisa naik gojek. Di bandung juga udah ada Uber jadi klo ramean mending naik Uber lebih murah *pesan sponsor. Tapi klo lebih enak mending nebeng teman *hihihi