Terlilit Riba (1) : Kartu Kredit

Dari Abdullah bin Handzalah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Satu dirham riba yang dimakan oleh seseorang dalam keadaan ia mengetahuinya, lebih buruk dari tiga puluh enam kali berzina”.

Riba ada tiga macam yaitu:

1. riba al fadl : jual beli barang riba dengan yang semisal disertai adanya tambahan pada satuannya contoh : membeli satu gram emas 24 karat dengan dua gram emas 18 karat.

2. riba an nasi’ah : jual beli barang riba yang satu jenis atau satu illat dengan tempo. Contoh membeli 2 gram emas 22 karat dengan 3 gram emas 18 karat dengan tempo, atau membeli kurma satu kilo dengan 4 kilo garam dengan tempo.

3. riba dalam hutang piutang, setiap hutang piutang yang menghasilkan keuntungan adalah riba.

Sumber : http://www.salamdakwah.com/baca-hadist/bahaya-riba.html

Kali ini gw akan sharing tentang pengalaman yang gw alami tentang riba.

Tinggal di kota besar dengan gaya hidup yang tinggi membuat gw ingit terlihat eksis. Ya lagi2 tidak bisa mengendalikan nafsu. Entah kenapa gw pun tertarik menggunakan kartu kredit, karena dengan kartu kredit gw bisa membeli barang dengan cicilan yang banyak sekali ditawarkan oleh brand atau toko2 tertentu. Dengan gaji pas-pasan tentunya susah bagi gw untuk membeli smartphone atau barang-barang branded lainnya dengan cash. Alhasil gw pun bergerilya untuk mengajukan cc ke beberapa bank walupun sempat ditolak gw pun melakukan beberapa cara agar diterima sebagai pemegang kartu kredit. Alhasil gw pun berhasil mendapatkan dua kartu kredit dengan limit 20jt.

Gw pun makin menggila karena tergiur dengan fasilitas yang diberikan oleh pemegang kartu kredit platinum, beberapa toko,restoran dan tempat-tempat bergengsi lainnya memberikan penawaran fantastis bagi pemegang kartu kredit platinum. Tentunya untuk memperoleh kartu kredit dengan jenis ini transaksi keuangan gw pun harus bagus dan ini membuat gw membeli hampir semua kebutuhan hidup gw menggunakan kartu kredit dengan santainya gw menggesek kartu-kartu ini dengan harapan limit kartu kredit gw bisa meningkat dan menjadi pemegang kartu kredit platinum.

Sayangnya gw semakin tergiur menggunakan kartu kredit ini tanpa gw sadari gw sudah ddikendalikan oleh hawa nafsu. Untungnya adek laki-laki gw yang setelah menikah semakin mempelajari ilmu agama, kami pun sering diberi nasehat tentang bahaya riba. Gw pun yang hampir 2 tahun belakangan ini sering pulang kampung lama kelamaan semakin dinasehati bahaya riba.

Hal inilah yang menyadarkan gw betapa bahayanya riba. Gw pun mulai melihat semua tagihan kartu kredit gw yang masih ada di gmail gw dan setelah gw lihat satu persatu semua barang yang gw beli terutama barang-barang yang menjadi penghuni kos gw hanya nangkring begitu saja di kos tidak memberikan manfaat yang begitu besar untuk gw seperti kamera dslr jarang terpakai, tv jarang ditonton, justru malah membuat gw berlaku ria. Pamer kamera, pamer smartphone baru dll. Walaupun gw membelinya dengan cicilan 0% tapi tetap saja gw salah satu pendukung penggunaan kartu kredit. Bagaimana dengan orang-orang yang terlena dengan kartu kredit dan harus membayar bunga kartu kredit. Sebenarnya gw sering harus membayar bunga karena tidak sanggup membayar jumlah tagihan kartu kredit karena pendapatan yang tidak mencukupi.

Alhamdulillah gw pun sudah menghentikan penggunaan kartu kredit. Walaupun masih ada jenis produk keuangan lain yang mengandung unsur riba yang masih gw gunakan tapi Insya Allah satu persatu ingin dihapuskan. Semoga Allah SWT memberikan jalan agar gw menutup semua produk keuangan tersebut dan tidak tergiur lagi dengan produk keuangan yang mengandung riba Aamiin.

Just sharing

Advertisements