Efek Luar Biasa Sebuah Program TV

Setelah bertahun-tahun anti sinetron sekarang gw jadi korban sinetron. Merujuk postingan gw sebelumnya sudah tau donk gw korban sinetron apa, yes tepatnya sinetron CHSI. Walaupun gw belum menikah tapi gw tertarik menonton sinetron ini, karena gw hanya ingin tau aja kehidupan rumah tangga seperti apa dan pelajaran apa yang gw bisa dapatkan dari sinetron ini.

Para pemirsa setia CHSI diuntungkan dengan adanya beberapa akun official dari PH CHSI ini, mulai dari twitter, fb, Youtube dan IG. Hal ini dilakukan agar para fans bisa ikut berpartisipasi dalam sinetron ini dan mendekatkan para kru dan artis dengan para pemirsa setianya. Gw pun mengikuti semua akun official dari admin CHSI ini dari mulai twiiter, fb, youtube dan IG. Gw pun rajin memberikan komentar disemua akun ini.

Hari berganti, alur cerita CHSI yang sempat alot bagi sebagian pemirsa setia CHSI menuai protes. Banyak sekali komentar “menghujat” yang dilontarkan. Namun sayang yang menanggapi bukan admin namun para CHSI lovers (panggilan bagi pecinta CHSI) yang lain. Ada yang menanggapi dengan hujatan lagi ada yang netral. Astagfirullahal’aziim. Segitunya ya efek sinetron.

Jujur gw pun sempat protes, namun hal ini sempat diinformasikan oleh Asma Nadia di akun twitternya dengan kata-kata kurang lebih begini “Sebaiknya kritiklah sinetron-sinetron yang tidak berkualitas jangan sinetron yang ada tujuan syiar di dalamnya”. Dengan statement tersebut gw pun coba menelaah, kenapa alur ceritanya agak alot di beberapa episode (episode 20 an).Ternyata ada pesan moral yang ingin disampaikan oleh Hana melalui kisah-kisah yang dihadapi oleh penggemarnya. Namun sayang pesan moral ini mungkin tidak terlalu tersalurkan dengan baik karena orang keburu malas menontonnya.

Jujur gw akui, sinetron CHSI ini pasti banyak di sukai oleh para kaum hawa yang jumlahnya sangat mayoritas di Indonesia. Ini bakal luar biasa implikasinya, hal ini dibuktikan dengan rating dari sinetron ini diperingkat 1. Dengan kata lain di jam yang sama, sebagian besar penduduk Indonesia menyetel TV Program yang sama.
Bayangkan jika semua pemirsa CHSI ini, mengambil semua hal positif yang ada pada sinetron ini pasti akan bermanfaat buat ummat. Namun sebaliknya jika para CHSI Lovers justru terpancing emosi dan mengambil hal negatifnya akan berdampak mudharat buat ummat.

Sinetron yang memiliki unsur religi dan pesan moral pun ada efek negatifnya. Apalagi acara2 tv yang tidak berkualitas yang bisa kita jumpai di semua stasiun TV Nasional. Apa jadinya masyarakat kita, generasi muda kita menonton dan meniru karakter2 atau sifat2 yang diperankan atau disampaikan oleh para Artisnya. Nauzubillahiminzalik

Sebenarnya jadi public figure itu sangat luas efeknya. Apalagi kalo sang public figure mau menyebarluaskan hal positif kepada para fansnya. Itu pasti luar biasa, dapat duit dapat amal jariyah juga. Namun jika yang dicari hanyalah harta dunia, mungkin sensasi-sensasi, olok2 an atau peran2 yang aneh2 bisa aja mereka ambil untuk memperkaya pundi2 uang mereka. Sayang aja, udah kerja capek tapi yang didapat cuman harta yang ada masa kadaluarsanya.

Menjadi chsi lovers membuat gw jadi sadar pekerjaan membuat sinetron itu tidak mudah, kerja sampai malam, kurang istirahat. Jika sinetronnya menuai protes atau jika para artis memerankan tokoh jahat mereka harus sabar menghadapi komentar2 negatif. Oleh karena itu,seharusnya para kru dan artis bisa memberikan tayangan yang berkualitas yang bermanfaat bagi ummat. Jadi kerja kerasnya tidak sia-sia.

Gw yakin pasti banyak kru dan artis yang punya idealis yang ingin menampilkan tayangan berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Tinggal para fans aja siap mendukung mereka. Jangan menghujat mereka ketika tergelincir, tapi ingatkan mereka dengan kritikan yang baik.

Advertisements