Cara Pintar Memakai Kartu Kredit

index

Gw lagi pengen berbagi cerita bagaimana “berhutang” yang smart.
Sudah hampir 4 tahun gw pengguna 2 kartu kredit yakni BNI dan BRI. CC BNI yang gw punya yang silver dengan limit 6 juta dan biaya tahunannya sebesar 240ribu/pertahunnya. Sementara CC BRI yang gw punya adalah BRI Touch dengan free annual fee dan limit 5 juta.

Tadinya punya kartu kredit cuman buat gaya-gaya an doank. Tapi ternyata gw pun pernah tersesat menjadi konsumtif parah. Sebenarnya klo boleh memilih jangan punya kartu kredit, namun kadang ada hal-hal yang membutuhkan kartu kecil ini.
Bagi yang ingin atau kebelet pengen punya kartu kredit harus ingat beberapa hal berikut :
1. Setiap cc memiliki biaya tahunan tertentu, klo mau untung lebih baik cari kartu kredit yang memberikan annual fee yang gratis. Biasanya diberikan kepada customer2 tertentu yang memiliki dana yang cukup banyak di bank-bank tertentu. Namun ada juga cc yang memang menawarkan annual fee yang gratis (“harus sering cari info”)
2. Untuk dapat di approve oleh bank penyedia kartu kredit, biasanya tiap bank punya persyaratan yang berbeda-beda. Banyak kita temui di mall2, para petugas “menjajakan” kartu kredit dengan bermodal KTP. Namun secara aturan(“gw gak mau bahas peraturan BI nya disini”) , agar seseorang diterima sebagai nasabah kartu kredit dilihat dari portfolio orang tersebut, bisa berdasarkan pekerjaan, penghasilan ataupun karena seseorang itu nasabah di bank yang menawarkan produk kartu kredit tersebut.
3. Sebelum memutuskan menggunakan kartu kredit, kita harus paham betul aturan main kartu kredit tersebut. Dengan kartu kredit kita bisa melakukan transaksi pembelanjaan dan penarikan tunai. Untuk setiap transaksi ini ada “biayanya”. Jangan dikira ketika kita melakukan transaksi dengan kartu kredit tidak ada biaya disitu. Ya namanya juga bank, tujuannya mencari untung, bukan mencari rugi. Untuk “biaya” atau lebih dikenal dengan istilah “bunga” tarik tunai lebih mahal dari pada bunga pembelanjaan. Jadi klo gak kebelet banget pengen “ngutang” jangan tarik tunai dech.

Oke gw rasa 3 point penting yang harus diingat sebelum memutuskan mengajukan permohonan kartu kredit.

Nah klo sudah yakin dengan 3 point di atas, dan baru memiliki kartu kredit harus diperhatikan hal-hal berikut :
1. Klo namanya udah punya kartu kredit, pasti “gatel” pengen belanja. Musti diingat klo pembayaran pake kartu kredit itu bahasa kerennya “ngutang”, upps kebalik. Banyak produk-produk yang menawarkan pembayaran hemat menggunakan kartu kredit, misalnya pembelian aksesoris cewek dari mulai tas, jam tangan dll, pembelian gadget bahkan makan direstoran tertentu. Klo dipikir2 yang namanya pedagang pasti cari untung dan yang namanya bank juga pasti cari untung, teknik marketing dengan menggandeng penyedia kartu kredit memang lagi tren, karena yang namanya konsumen klo bisa dicicil pasti senang apalagi bunga 0% atau bisa hemat beberapa %. Padahal sang konsumen gak tau dibalik itu pasti udah ada itung-itungan pedagang sama penyedia kartu kredit yang bikin mereka untung. Jadi jangan tertipu, tapi klo emang kebelet pengen beli barang2 sekunder yang bisa dicicil atau kebelet pengen makan direstoran yang bisa hemat jika pake kartu kredit yang monggo aja asal tau limit dan bunga yang akan ditagih jika pembayaran terlambat.

2. Kartu kredit juga menawarkan smartspending pendidikan (bingung ya namanya smatspending pendidikan tapi kegunaannya buat kebutuhan sekunder) atau istilahnya “bantuan uang tunai”. Ini adalah tawaran kepada nasabahnya jika pengen ngutang dengan bayar nyicil, bunganya pun tergantung nominal dan jumlah bulan untuk nyicil. Semakin besar jumlah bulan semakin kecil bunganya. Limit yang diberikan tidak bisa melebihi limit kartu kredit yang dimiliki. Jika ingin percepatan pelunasan akan diberikan biaya penalty. Jadi klo gak kebelet2 amat jangan pake fasilitas ini kecuali sudah siap dengan konsekuensi bunga yang harus dibayarkan

3. Kartu kredit punya beberapa tanggal yang harus diperhatikan dengan seksama. Ada yang namanya tanggal cetak, pada tanggal ini akan diberikan histori transaksi sebulan terakhir, sekarang print-out histori transaksi sudah bisa dikirim via email, jadi gak perlu kertas lagi (Go Green Mode on). Untuk semua transaksi yang diberikan saat tanggal cetak harus dibayar/dilunasi sebelum tanggal jatuh tempo yang ada pada “print-out”. Jika melunasi sesudah tanggal jatuh tempo maka akan diberikan biaya. Untuk membantu nasabah, diberikan batas maksimal pelunasan, jadi jika belum mampu melunasi utang setidaknya membayar batas maksimal terlebih dahulu agar tidak dikenakan biaya keterlambatan. Namun jangan keseringan bayar batas maksimal nanti akan numpuk diakhir. Makanya sebelum itu terjadi sebaiknya bijaklah menggunakan kartu kredit. Jangan menggunakan kartu kredit melebihi pendapatan yang diterima.

Nah itu sekilas info mengenai penggunaan kartu kredit. Saran gw bagi yang gak bisa ngatur uang sebaiknya jangan pake kartu kredit, karena bakal bikin lo semakin “gila” untuk tidak bisa ngatur uang. Kayak gw, pernah menghabiskan 11 juta limit kartu kredit gw dan ampe berbulan2 baru lunas. Secara pendapatan gw lebih kecil dari gabungan limit kartu kredit gw.
Setelah itu gw nyesel banget make kartu kredit. Sekarang apa2 gw biasakan pake uang beneran bukan uang kreditan. Kadang suka nyesek ngeliat “biaya” di tagihan kartu kredit gw. Klo gw itung-itung lumayan juga tuch.

jebakan

SO KLO TUJUAN NGUTANG CUMAN BUAT HURA2,, GW SARANIN JANGAN DECH. Klo perlu gunting atau tutup kartu kredit lo sekarang juga.
Karena sebenarnya tujuan diciptakan kartu kredit adalah agar orang-orang bisa ngutang “secara elegan” alias pake kartu gak keliatan. Klo ngutang ama temen or tetangga kan nanti bisa jadi trending topic. Klo ngutangnya pake kartu paling yang tau debt collector (“lebih parah”).

Advertisements