Bikin Passport Mudah

Hi guys

Kali ini gw mau bagi info bikin passpor gk pake ribet
Sekarang ini semua instansi pemerintah lagi “berlomba” untuk memberikan pelayanan publik secara optimal.

Hal ini pulalah yang sekarang sedang digalakkan oleh Dirjen Imigrasi. Salah satu pelayanan publik yang dilakukan oleh Dirjen Imigrasi adalah pelayanan pembuatan passport baru atau perpanjangan passport

Untuk setiap propinsi, pasti ada kantor imigrasi yang melayani hal ini
Kali ini gw akan bercerita kantor imigrasi jakarta pusat untuk propinsi DKI Jakarta

Berawal dari keinginan iseng gw untuk bikin passport yang entah kapan akan gw pakai, gw pun mengajukan Permohonan Pembuatan Passport Baru.
Sebelum mengurus pembuatan passport, gw pun membaca website Dirjen Imigrasi. Ternyata sebuah website itu sangat berguna dan bermanfaat bagi orang2 kayak gw yang haus informasi melalui dunia maya

Di sana ada tagline “One Stop Service” yakni pelayanan pembuatan passport cukup sekali jalan tapi tidak untuk passport hilang/rusak
imigrasi

Setelah membaca website cukup lama sambil ngemil makanan dan menyeduh teh. Ternyata oh ternyata permohonan passport bisa dilakukan online dan manual.
Gw pun memilih online (“hari gini masih manual Oh Em Jie”)

Gw yang pengen serba cepat pun mengklik alamat permohonan passport secara online ini yakni http://ipass.imigrasi.go.id:8080 (“sempat heran sih kenapa harus pake port 8080 knp gak pake port standar aja, gatel pengen komen”)

Tanpa membaca panduan yang ada gw pun langsung mengklik permohonan personal dan mengisi biodata personal gw.
Screenshot_2014-05-09-15-02-38

Screenshot_2014-05-09-15-03-05

Pengisian biodata sih tidak ada masalah, namun gw mengalami kendala ketika akan mengupload file yang dibutuhkan.Ternyata ada aturan mainnya untuk filenya
Sebaiknya baca panduannya dulu ya,,,atau baca panduan sambil ngisi juga gpp (Multitasking mode-on)

Untuk pendaftaran online berikut langkah-langkahnya :
1. Klik Permohonan Personal

2. Isikan biodata, pastikan email yang diinput valid, karena konfirmasi permohonan akan dikirimkan via email

3. Upload file yang dibutuhkan

Untuk file yang akan diupload harus kurang dari 300kb dan image modenya Greyscale.
Bagi yang single dan happy kayak gw, file yang diupload adalah sebagai berikut
1. KTP
2. Kartu Keluarga
3. Akte Kelahiran

Bagi yang sudah menikah, ditambah dengan Buku Nikah

Setelah semua proses dilakukan, maka cek email yang diinput ketika mengisi biodata. Pastikan menerima email dari spri@imigrasi.go.id. Berisi konfirmasi permohonan yang berisi formulir pembayaran ke BNI. serta link konfirmasi jika sudah melakukan pembayaran.

Cetak formulir tersebut (rangkap 2), satu buat diberikan k BNI dan satu buat pemohon, Serta bawalah uang RP 255.000 ke cabang BNI terdekat

Setelah melakukan pembayaran, jangan lupa minta struk pembayaran yang nanti dibutuhkan ketika foto dan sidik jari.

Buka kembali email konfimasi pendaftaran dari spri@imigrasi.go.id
Klik link konfirmasi bahwa sudah melakukan pembayaran.
Nanti akan muncul halaman/page untuk menginputkan no jurnal BNI yang terdiri dari 6 digit dan pilihlah tanggal kedatangan untuk foto dan sidik jari ke kantor imigrasi (kanim) terdekat.

Kemudian kita akan menerima kembali email konfirmasi kedatangan ke kanim yang berisi formulir kedatangan ke kanim. Cetaklah formulir tersebut.

Jika berhalangan hadir pada tanggal yang sudah dipilih, kita bisa datang maks 7 hari setelah tanggal kedatangan, klo lebih dari 7 hari katanya sih permohonan dibatalkan, gak tau juga bener apa gak.

Nah,,,selesai dech tahap pendaftaran dan pembayaran,,,,sekarangan saatnya foto & sidik jari

Datanglah ke kanim terdekat.
Jangan lupa bawa formulir ini yah :
1. Kartu Keluarga asli dan fotocopy
2. Akte kelahiran asli dan fotocopy
3. KTP asli dan fotocopy (fotocopynya harus dalam satu halaman, jangan dipotong jadi ukuran KTP)
4. Bagi yang sudah menikah bawa buku nikah asli dan fotocopy
5. Belilah formulir permohonan passport baru di koperasi Kanim seharga Rp 7500
dan isilah formulir tersebut
6. Formulir permohonan passport baru
7. Formulir kedatangan ke kanim yang sudah diisi biodatanya
8. Bukti pembayaran ke BNI

Dalam hal ini gw akan menceritakan kanim jakarta pusat.
1. Bukanya jam 7
2. Lo akan disambut oleh security
3. Ditanya online atau walkin?
4. Klo online, lo akan di kasih kartu urut online sementara
5. Habis itu ke petugas di lantai 1, dan diberikan map kuning, abis itu nama lo dicatat
6. Habis itu security lt2 akan memanggil, no urut lo dan menyuruh lo naik ke lt2
7. di lt 2, formulir permohonan online akan discan barcodenya dan akan dapat no urut untuk foto dan sidik jari
8. Habis itu lo nunggu dech di ruang tunggu lantai 2 sambil ngeliat orang lalu lalang “kayak dipasar”
9. Ketika no urut lo dipanggil, lo masuk ke ruang foto dan sidik jari
10. Di suruh duduk lagi
11. Dipanggil dan serahkan berkas yang ada dimap kuning
12. Bagi yang berkasnya lupa, lo harus agak memelas agar gak disuruh balik lagi nanti hehehe
13. Setelah itu lo di foto dan sidik kesepuluh jari lo
14. dikonfirmasi biodata lo sama petugas, takut ada kesalahan data
15. Habis itu disuruh ttd
16. Selesai dan dikasih formulir pengambilan passport

3 hari kemudian datanglah ke Kanim untuk mengambil passport, gw sarankan diatan jam 11 aja 🙂

Selesai dech acara pembuatan passport

Mungkin saran aja buat Dirjen Imigrasi. Klo memang tujuan adanya pendaftaran online adalah untuk efisiensi dan efektifitas waktu. Sebaiknya ketika pemohon online datang ke kanim, gak perlu bawa fotocopy formulir lagi. Toch semua udah diupload ke sistem. Klo perlu cek berkas aslinya aja. Hemat kertas kan.. Go Green Mode On

Mungkin karena baru, atau gedungnya kekecilan atau pemohonnya banyak, ruang tunggu sama pemohon tidak seimbang sehingga banyak pemohon yang berdiri dan lalu lalang.

*Bagi yang kanim didaerahnya gak rame, gw rasa gak perlu daftar online, manual juga pasti cepet

Advertisements