Hayalan Tingkat Dewa

Siapa sih yang gak pernah ngayal??
Klo gw sih sering ngayal, ngayal bisa liburan ditempat yang paling keren sedunia or ngayal merasa orang paling keren sedunia.
Akibat ngayal tingkat dewa ini, mengakibatkan rasa sakit yang amat sangat ketika menerima kenyataan.
Begini ceritanya
Cerita pertama:
Gw kenal ama seseorang yang menurut gw “menarik”. Definisi menarik disini sangat multitafsir. Menurut gw fisiknya OK dan gw pun menciptakan figure hayalan gw. Karena kita tidak pernah berkomunikasi atau bekerjasama langsung membuat imajinasi gw semakin liar. Seakan2 gw lagi menghayal seperti sailormoon bertemu dengan taksido bertopeng *semakin gak nyambung.
Karna imajinasi dan hayalan tingkat dewa ini, membuat gw tersadar setelah gw berkomunikasi dan bekerjasama dengannya. Ternyata selama ini gw seakan berhayal sedang berada di negeri dongeng. Ternyata dia tidak “menarik” seperti yang gw kira.

Cerita kedua:
Ada seorang “dia” yang lagi-lagi gw jarang bahkan gak pernah berkomunikasi atau bekerjasama dengannya. Namun usut punya usut “dia” ternyata kabarnya memiliki kasus besar yang membuat gw terbelalak. Masa sih “dia” yang gw perhatikan sosok yng alim, ramah dan low profile bisa berbuat seperti itu. Tapi apadaya dokumen mengatakan hal negative tentangnya. Shock sih, amat sangat.

Cerita ketiga :
Si dia ini mampu menghipnotis gw dgn background pendidikannya. Keren sih tapi ternyata setelah sekian lama dan semakin lama baru sadar dia tidak semenarik yang gw kira. Imajinasi gw terlalu tinggi berhayal “dia” orang yang menarik. Ternyata sama saja, manis di awal saja setelah lama kenal ya begitu aja. Standard.

Intinya apa ya dari cerita gw. Hhmmmm don’t judge person by he/her cover. Be her/his friend and you will know, is he/she good to be best friend or just “friend”?

Advertisements