Antara Ada dan Tiada

Angin menerpa wajahku yg masih sembab
Suasana kota pagi itu mendung
seperti berkawan dengan hatiku
kupakai kacamata untuk menyamarkan mukaku yg sembab

Pagi itu kuharap ada secercah cahaya
paling tidak aku bisa melupakan sejenak rasa sedihku
Ku langkahkan kaki menuju kantor
posisi meja yg strategis membuat aku
tak harus bertemu banyak orang pagi itu

ku nyalakan komputer dan kumulai aktivitasku
ku jauhkan smartphoneku
seharian aku berhasil tanpa menyentuh smartphone
walaupun sepulang kantor ku tak kuasa menyentuh smartphone

ku harap ada info darinya
benar apa yg ku duga,,beberapa text muncul d ilayar smartphone ku
ingin membalas tapi gengsi
ku biarkan saja tak ku balas
pikirku sebaiknya aku tidak berkomunikasi dgnnya saat ini

selang beberapa hari perasaan sedih itu hilang
dan kita berkomunikasi kembali
layaknya seperti tidak ada yg terjadi..
t3rus seperti itu…

sedihhh….hilang sejenak…dan kembali lagi
entahlah ada apa dengan semua ini
perasaan yg aneh….terluka,,,sedih.,,,hilang…
kemudian bahagia lagi…
begitu seterusnya tiada henti…

AA

Advertisements