Separuh Jiwaku Pergi

Hei Kamu yang ada di ujung sana

Engkau datang sesuka hatimu

Menghilang dengan enaknya

Tanpa ada rasa bersalah

tanpa ada kata pamit

Setiap kali datang dan pergi

Engkau mampu memporak-porandakan pondasi hati

yang kujaga agar tetap kokoh

Namun setiap kali engkau datang

pondasi itu runtuh seketika

Setiap kali engkau pergi

segala upaya kulakukan untuk membangun pondasi itu kembali

 

Bener kata tere liye

urusan hati terkadang tidak sederhana

mungkin karena orang yang punya hati yang terlalu labil

atau terlalu mengagungkan sesuatu yang tidak abadi

 

Hei Hati ku

Adaapa denganmu

Kenapa begitu mudah goyah?

Kenapa?

Tanya kenapa?

Tanyakan pada hujan yang menetes bumi…..

Advertisements