Pretending I am OK

Setiap manusia pasti pernah mengalami masalah dan Tuhan itu maha adil. Semua orang pasti diberikan ujian/cobaan yang sesuai dengan kemampuan orang itu.

Tuhan juga adil pada umatnya. Tidak semua orang selalu berada di atas, ibarat roda yang selalu berputar ada kalanya berada di atas ada kalanya di bawah. Ketika berada di atas jangan terbuai dengan indahnya dan ketika berada di bawah harus mampu bangkit.

Cobaan/ujian pasti dialami oleh semua orang, namun tiap orang beda2 menanggapi cobaan/ujian tersebut.

Cobaan/ujian terkadang datang dalam waktu bersamaaan kadang juga dalam peride yang lama.

Seperti halnya yang dialami oleh semua orang, gw juga mengalami ujian/cobaan. Mungkin gw bukan orang yang mampu tegar menghadapi ujian/cobaan yang datang di waktu yang bisa dikatakan hampir bersamaan.

Mungkin gw menutupi semua masalah ini dengan ketawa lebar di depan orang2 yang bisa bikin gw ngakak atau membaca artikel lucu / menonton acara lucu yang membuat gw bisa tertawa dengan lepas. Padahal di balik tawa lepas yang gw lakukan tersimpan luka yang amat sangat dalam.

dan akhirnya semua ini tak mampu lagi gw bendung di hari itu selasa 29 mei 2012. dimana “it feels like i live alone in this world n no one help me” rasanya pengen kabur atau mungkin mati suri dan bangun dimana semua masalah hilang

serasa tidak ada manusia tempat gw share di saat itu. hanya air mata mengalir di pipi ini. karena kejadian itu terjadi ketika gw belum shalat ashar akhirnya gw pun shalat menghadap sang pencipta. gw menahan tangis selama shalat namun semuanya tumpah ketika doa gw panjatkan ke sang pencipta.
Ada apa dengan semua ini. apa yang telah gw lakukan kenapa semua terjadi begitu cepat n sepertinya semua ujian ini d luar kemampuan gw.

Cukup lama gw di mushala dan merenung apa yang sebenarnya terjadi. gw yakin everything happen for a good reason. Pasti ada alasan/hikmah dibalik semua ini.

Akhirnya gw memutuskan untuk share dengan orang yang gw percaya dan gw anggap jauh lebih berpengalaman dan Alhamdulillah gw dapat sudut pandang yang lain dari masalah yang gw hadapi. Sedikit lega rasanya meninggalkan kantor yang untungnya sudah sepi penghuni..

Sambil berjalan gw putuskan untuk menemui salah satu keluarga terdekat. Perjalanan menuju ke sana membuat gw sadar. Melihat orang2 di pinggir jalan yang sepertinya tegar menjalani hidup yang sulit ini, menampar gw. Gw yang diberi fasilitas cukup di kantor bisa tidur di kamar yang lumayan bisa makan dengan penghasilan yang gw dapat, cuman karena ujian/cobaan yang sebenarnya mampu gw lalui, gw merasa cengeng atas apa yang terjadi.

Sesampai di tempat keluarga yang gw tuju, gw lagi2 di berikan pelajaran. Kebahagiaan tidak dinilai dari berapa kekayaan yang dimiliki tapi dari kebahagiaan itu sendiri. Orang yang tidak punya uang pun bisa bahagia karena mereka punya hati yang penuh dengan ikatan persaudaraan.

Alhasil dari semua pelajaran yang gw dapat, gw yakin gw mampu melewati ini semua. Gw yakin ujian itu ada pada setiap manusia, tergantung manusianya menghadapinya seperti apa.

Walaupun ujian ini tidak bisa gw share ke orang2 yang sayangi tapi berusaha tegar dan bahagia di depan mereka itu suatu anugrah yang bisa gw bagi ke mereka. Kadang tidak semua masalah itu harus kita share kepada orang yang kita sayangi adakalanya harus ditutupi agar mereka tak terluka..

Mom n Grandma i always love u. U are the great mom in the world that i have.
Mom n Grandma i am OK I am happy.

Advertisements