Yang Salah Itu Yang Marah

Ceritanya berawal dari perjalanan gw menuju Bogor. Sabtu kemaren gw ke Bogor dalam rangka temu kembali teman sma. Kebetulan dari daerah kosan lebih deket ke stasiun Juanda alhasil gw pun naik kereta commuter line ke Bogor dari stasiun Juanda. Berhubung gw ke stasiun tanpa lihat jadwal krl jabodetabek terlebih dahulu di internet alhasil ketika nyampe stasiun. Kereta yang paling cepat datang adalah kereta commuter line tujuan Depok.

Gw pun memutuskan untuk naik kereta tersebut sampai depok dan kemudian nyambung lagi dengan kereta lain ke arah Bogor. Karena menurut estimasi gw kemungkinan ada kereta dari Tanah abang ke Bogor or dari Manggarai ke Bogor. Jadi gw bisa naik kereta tersebut tanpa harus nunggu kereta commuter line dari Jakarta Kota to Bogor.

Sesampai di stasiun Depok gw pun turun dan tak lama kemudian datang kereta commuter line tujuan Depok. Gw pun memutuskan naik gerbong khusus wanita. Nah ketika gw masuk gerbong tersebut banyak pria yang juga masuk ke gerbong tersebut. Gw pun heran apa mereka gak tau itu gerbong khusus wanita or gak mau tau. Entahlah.

Setelah gw berdiri di posisi yang pas di gerbong tersebut (maklum gak dapet tempat duduk). ada kejadian yang membuat emosi gw terpancing sebagai seorang wanita.
Para petugas kereta meminta untuk para bapak2 yang terlanjur naik ke gerbong tersebut untuk pindah ke gerbong lain karena gerbong tersebut khusus wanita. Namun ada seorang bapak yang lebay bin lebay menanggapi permintaan petugas. Si bapak pun emosi ketika di suruh pindah ke gerbong lain. Kebetulan si bapak tidak sendiri dia bersama istri dan kedua anaknya di gerbong tersebut.

Ketika petugas pria meminta si bapak untuk pindah dan juga bapak2 yang lain bapak tersebut emosi dan memarahi petugas sambil berkata “panggil yang lain saya gak mau pindah”. Alhasil petugas pun membiarkan dan pergi ke gerbong lain karena tidak mau terjadi kerusuhan di gerbong tersebut. Namun petugas wanita yang bertugas di gerbong tersebut tetap meminta para penumpang pria untuk pindah gerbong.

“yang merasa laki2 pindah ke gerbong lain ya karena ini gerbong khusus wanita” begitu seru si petugas. SI Bapak tadi pun emosi dan berkata “kalo yang ngomong laki2 udah saya tabok”, “saya juga bayar kok disini”
Sang petugas pun membalas ” coba aja tabok gak malu ya ngelawan wanita”
Suasana pun mencekam, gw pun terpancing emosi melihat si bapak yang jelas2 salah.

Para penumpang lain pun menatap tajam ke si Bapak, tapi tampaknya dia muka badak malahan marah2. Sang istri pun diam membisu, tak bicara. Namun ada penumpang lain yang tersulut emosinya dan berkata “ini bukan masalah bayar, semua orang juga bayar kok di sini masalahnya ini gerbong khusus wanita”

Gw sebenarnya amat emosi melihat si Bapak, udah tau salah bukannya pindah aja. Apa susahnya sih. Klo satu orang pria ditolerir bisa masuk ke gerbong khusus wanita nanti yang lain juga bakal ikutan. Nah fungsi gerbong itu jadi gak ada donk. Wajar lah petugasnya minta si Bapak2 pindah gerbong karena menjalankan aturan yang ada. Ini mah penumpangnya aja yang resek. Udah gitu balik marah lagi.

Itulah salah satu potret jenis masyarakat Indonesia, peraturan maunya dilanggar. Klo make fasilitas umum seenaknya aja. Klo bisa demo aja terus (nah lo apa hubungannya)

Petugas kereta juga manusia. Klo penumpang yang salah seharusnya tau diri donk. masa petugasnya yang dimarahin.

Advertisements