Hongkong Part 1

hmmm di awal Desember ini aku punya kesempatan untuk melancong ke negri orang, negeri dimana banyak TKW di sana, yes itulah negara Hongkong.

Aku punya kesempatan mengikuti training di negri ini, awalnya rencana training ini diadakan di pertengahan tahun tapi karena ada beberapa hal akhirnya baru terealisasi di bulan Desember. Aku dan 2 temanku yang lain mengikuti training selama 3 hari. Namun karena ada waktu perjalanan pulang dan pergi ke Hongkong maka total hari aku di Hongkong 5 hari. Berhubung aku dan 2 temanku yang lain masih kawula muda dan kita pun merencanakan berkunjung ke beberapa tempat di Hongkong sembari mengikuti training.

Alhasil kita pun memesan tiket pesawat Cathay Pacific(maskapai penerbangan Hongkong) pergi paling pagi dan pulang paling malam. Kita berangkat dari Indonesia jam 1 pagi dan nyampe di Hongkong sekitar jam setengah 6 pagi.Sesampai di bandara Hongkong, kita foto2 dulu dech.

Di bandara ini terlihat berbeda sekali dengan bandara Soetta. Bandara ini lebih rapi dan bersih, dan tentunya ketika kita berfoto ke sana kemari disini tidak ada yang peduli dan memperhatikan hahahaha.

Karena bandara yang terlalu luas kitapun bingung keluar lewat mana. Kita pun bertanya ke petugas bandara. Karena cara bicara yang berbeda kita agak sedikit kebingungan menterjemahkan apa yang disampaikan oleh petugas bandara. Alhasil kita bertanya ke beberapa petugas sampai akhirnya kita menemukan jalan keluar.

Sebelum kita meninggalkan bandara, kita pun membeli dan mengisi Octopus Card, alat pembayaran yang digunakan untuk transportasi umum di Hongkong. Kartu ini seperti e-money dan ada batas limitnya $HK 50. Jika sisa kartu ini $HK 50 maka kartu ini tidak bisa digunakan lagi musti diisi ulang. Kita pun mengisi $HK 500 untuk kartu ini(kebanyakan sih buat 5 hari, tapi buat jaga2 aja).

Kita pun keluar bandara dan naik bus tujuan Causeway Bay (lupa dicharge berapa untuk naik bus dari Bandara ke CausewayBay ini). Sepanjang perjalanan ke Causeway Bay kita selalu melihat bangunan2 tinggi dan kita melewati 2 pulau.

Sebenarnya kita juga agak kebingungan membaca peta Hongkong tapi untuknya kita berenti di tempat yang tepat. Kita pun tadinya kesulitan mencari tempat tinggal kita. Untungnya kita datang di hari minggu, dimana hari weekend dan hari libur adalah harinya para TKI (mereka pada libur dan kita akan menjumpai banyak orang Indonesia di sini).

Alhasil kita pun banyak bertemu dengan orang2 yang khas medoknya dan bertanya dimana lokasi Konjen RI, setelah berputar ke sana kemari kita pun menemukan Konjen dan penginapan kita yang tidak jauh dari Konjen pun dapat kita temukan.

Tempat penginapan kita adalah sebuah flat dengan 3 kamar tidur,2 kamar mandi,ruang tengah dan dapur. Harga yang ditawarkan pun cukup untuk kawula mudah seperti kita yaitu $HK 300 permalam.

Sesampai di sini dan bertemu dengan penjaga flat, kita pun membeli kartu telkom Hongkong. tarif telpon untuk kartu ini sangat murah, at least selama 5 hari kita memakai kartu ini dan cukup murah untuk nelpon ke Indonesia.

Kita pun beristirahat sejenak di flat ini. Sekitar jam 11 siang karena lapar yang mendera kita pun meninggalkan flat dan mencari tempat makan. Di sekitar Konjen RI, banyak kita temui restoran Indonesia dan orang Indonesia. Ternyata di hari libur dimanfaatkan oleh para TKI untuk perpanjangan passport walau Konjen hanya buka sekitar 3 jam(klo gak salah dari jam setengah 2 smpi jam 4).

Kita pun makan di RM Malang.Berhubung salah satu teman aku agak chinese, semua mata di rumah makan itu pun terpana(saking herannya kali ya dan mungkin bertanya dalam hati :kok ada pria Hongkong makan disini hehe). Dan akhirnya ada salah satu orang pun bertanya kepada kami, dan akhirnya kita pun mengobrol.

Entah karena terpesona dengan salah satu teman kami atau emang baik, 3 orang TKI yang kami kenal di RM ini pun menawarkan bantuan kepada kami untuk pergi ke tempat wisata yang hendak kami kunjungi. Kami pun di antar ke tempat pemberhentian tramp dan mereka memberikan petunjuk untuk sampai ke sana (walau info yang mereka sampaikan membuat kita tersesat 2 kali di Hongkong).

Walau tersesat kami pun dapat mencapai The Peak dengan muka yang udah amat capai ketika ada di sana.tapi pesona yang diberikan…bersambung ke Part2 yaks

Advertisements