Mengeluh Akan Pekerjaan

Judulnya gak banget dech

Sebagai seorang bawahan seharusnya gw gak boleh ngeluh akan pekerjaan yang diberikan atasan tapi gimana ya,,,kadang ada banyak hal yang ingin diungkapkan.

Sudah setahun 24 hari gw bekerja di instansi pemerintahan(selanjutnya disingkat dengan IP) ini dan status gw masih cpns(kapan ya diangkat pns? nasib2)
Di bulan2 pertama serasa nyaman kerja di sini karena belum ada kerjaan hehehehe ojt,training dan masih belajar2(lagian 2 bulan pertama status nya masih ccpns jadi gpp lah gak magabut juga, toch gak digaji ini)

Setelah status gw berubah jadi cpns gw pun dilibatkan untuk memperbaiki aplikasi yang akan dipake didirektorat tertentu. Aplikasi ini menggunakan C#. Jujur baru di IP ini gw belajar C#, untungnya aplikasinya gak terlalu rumit dan STD.Jadi gw gak terlalu stress menghadapi ini. Namun disini selain sebagai bug fixing gw juga menjadi tester dan instruktur pelatihan aplikasi ini sekaligus helpdesk(all in one dech)

Namun sayangnya direktorat yang punya aplikasi rada ogah2 an make aplikasi ini alias ada gak papa gak ada juga gak papa. Gak tau tuch dulu user req nya kayak gimana.

Setelah project ini selesai, gw pun dilibatkan menangani aplikasi Core pada IP ini, dan gw disuruh mempelajari codingan Vendor yang mengerjakan aplikasi ini. ketika gw liat codingnya serasa mau mampus, kayaknya orang yang pintar C# pun akan menyerah. Namun untungnya atasan gak terlalu keras orangnya, jadi gw antara diperintah or gak. Alhasil gw dilibatkan sebagai tester pada aplikasi ini. Sebenarnya pas tahun berjalan ada Pekerjaan untuk melanjutkan pengembangan aplikasi ini yang di lelang juga(pada instansi pemerintah pengadaan di atas 50 juta harus dilelang).Karena lelang untuk pengembangan lanjutan aplikasi ini gagal dan di lelang ulang alhasil baru di dapat pemenang pada akhir tahun kemaren. Namun sang vendor bak pahlawan kesiangan dan menyatakan kesiapannya dalam mengerjakan aplikasi hanya dalam waktu 4 bulan.

Karena sudah ada tim pengembang baru maka semua pekerjaan yang masih tertinggal seperti bug fixing dari pengembang lama dilimpahkan kepada tim pengembang baru
Ketika mereka mempelajari aplikasinya mereka memutuskan untuk melakukan reverse engineering menggunakan Java karena membutuhkan waktu extra lama jika mereka harus melakukan perbaikan dan pengembangan untuk aplikasi yang udah ada ini.

Klo kata gw sih modal nekat vendornya. Namun sang atasan gw menyerahkan keputusan kepada vendor. Asalkan mereka dapat mengerjakan project ini dengan tepat waktu.
Berhubung waktu yang amat singkat dan tekanan dari atasan kita(tim pendamping) memantau pekerjaan vendor. Semua userreq dari user yang telah didesain diberikan kepada vendor.dan tiap minggu sang vendor harus mengirimkan aplikasi ini secara permodul sehingga bisa ditest oleh kita. Karena dikejar target dan ditekan atasan kita pun lebih fokus untuk melakukan pengecekan pada flow aplikasi. Dan itu berlanjut terus. Selain sebagai tester, kita juga harus menyiapkan dokumentasi user manual dari aplikasi yang seabrek itu.

Jadinya kita fokus sebagai tester dan dokumenter(kata orang pekerjaan ini gampang, apakah benar?bertanya2) dan banyak yang meremehkan pekerjaan kita ini(sakit sakit)

Namun sayangnya implemetasi dari aplikasi ini baru dilakukan ditahun ini, dimana pada awal tahun terjadi pergantian pimpinan direktorat gw. Pimpinan yang baru gampang panic dan suka menekan bawahan.(mungkin karena dia juga ditekan dari atas kali)
Semenjak awal kepemimpinan dia, tim pendamping aplikasi core diserang dengan berbagai pertanyaan dan dokumentasi. Di IP semua hal yang berbau pembangunan aplikasi harus ada dokumentasi persetujuan tertulis dan ditandatangani oleh direktorat user baik untuk user req dan UAT. Klo tidak bisa jadi boomerang nantinya.

Aplikasi Core yang dites sama tim pendamping terlalu fokus pada flow. Sehingga hal simple seperti field Nama boleh diisi dengan karakter(*,&) pun bagi kita bukan masalah(karena menurut kita itu bukan hal yang terlalu penting untuk flow).
Namun bagi atasan yang baru hal tersebut adalah suatu masalah yang besar. Kita pun diserang abis2 an karena disangka tidak melakukan pengetesan pada modul2 inputan itu. Dan kerja keras untuk lembur mendampingi vendor ataupun melakukan pengetesan dan dokumentasi aplikasi dianggap nothing(bawahan kayak gw juga perlu dihargai kali namanya juga manusia biasa)
Alhasil setiap hari musti siap mendengar omelan beliau. Susah sekali menjinakkannya

Yang namanya IP klo atasan sudah memarahi bawahan maka satu kantor pasti tau kabar itu(gile)

Berhubung implementasi aplikasi ini baru tahun ini dan pemakai aplikasi ini ribuan(baik dari luar kantor dan internal), gw(selanjutnya pake gw aja) dilibatkan sebagai helpdesk(internal) dan helpline(external). Dan semenjak implementasi sampai sekarang telp kantor dan email gw penuh dengan pertanyaan.
Keterlibatan gw sebagai helpline dan helpdesk dipertanyakan oleh atasan yang baru.dikira gw yg mengajukan diri(padahal gak tau tuch dari mana asalnya).
Namun ampe sekarang masih jadi double help dan musti bersabar menjawab pertanyaan user(oh no oh yes oh em jie)

Selain jadi double help, harus memantau perkembangan aplikasi selama beberapa bulan ke depan dan melakukan bug fixing. selain itu harus siap sedia mengerjakan pekerjaan yang menjadi target tahun ini(bertanya2 tubuh gw ada berapa ya??) dimana beberapa aplikasi harus In house dengan SDM yang seuprit(gile)

Sekedar informasi, di IP untuk pengembangan aplikasi ada beberapa tahapan yang harus dilakukan(khusus d kantor gw) :
1. Rapat2 untuk User Req(pengembang plus user)
2. Desain (oleh pengembang)
3. Coding (autis di depan kompie oleh pengembang, biasany sih sm vendor)
4. Testing(oleh pengembang)
5. UAT( oleh pengembang + user)
6. User manual (oleh pengembang)
7. Implementasi(oleh pengembang)
8. Jadi double help(oleh pengembang)
9. Plus klo aplikasi eror harus siap sedia diteriaki atasan hahahaha
pengembangnya super body ya

Dan di IP gak bisa hanya bekerja teknis saja karena anda dituntut harus bisa melakukan pekerjaan non teknis.dan yg terpenting harus bisa bersosialisasi dg baik. Bisa aja ketika asyik2 coding di suruh ikutan pelatihan bagaimana mengisi SPT Tahunan or disuruh rapat sana sini or mendengarkan ceramah atasan hahaha

So gimana gw gak stress coba huhuhuhu

tapi sebenarnya gw gak mau mengeluh sih namun walaupun cpns digaji ama rakyat mbok ya kerjanya merakyat dikit donk jangan serabutan gini jadinya kerjanya gak fokus. Klo fokus kan lebih terarah. Namun apa daya klo macam2 ama atasan ntar nilai kinerja gw gak bagus lagi bisa2 dipersulit naik golongan lagi oh no

Just pengen curhat

Advertisements