Ayat2 Cinta versi Film

Film yang dibuat berdasarkan sebuah novel best seller yang ditulis Habiburrahman El Shirazy ini menjadi raja di bioskop2 yang terdapat di Indonesia khususnya di kota2 besar di pulau Jawa. Terus terang sudah semenjak bulan Desember 2007 yang lalu gw ingin menonton film ini. Entah apa sebabnya film yang sudah ditayangkan trillernya di beberapa bioskop ini baru munclu di bioskop2 akhir febuari 2007.

Karena rasa penasaran yang lumayan tinggi,,akhirnya sehari setelah kedatangan gw ke bogor balik dari kampong ada seorang teman yang mempunyai cd bajakannya(maaf ya insane perfilman,,,). Akhirnya gw dan teman sekosan yang lain menonton film ini beramai2. Kita gak sabaran klo harus menunggu menonton film ini yang baru akan ditayangkan 1 minggu lagi di bioskop.

Durasi film ini cukup lama 2.5 jam. Terus terang gw sangat kagum dengan film karaya Hanung B. ini. Beberapa teman yang sudah membaca novel Ayat-ayat Cinta agak sedikit kecewa dengan film ini. “lebih bagus novelnya “. Aku membela “film ini bagus kok,,,film terbagus yang pernah gw tonton”.

Gw pun penasarn dengan novel Ayat-ayat Cinta. Kebetulan Tante gw yang tinggal di Depok punya novel ini. Dan gw pun meminjam novel ini. Awalnya gw membaca bagian akhir dari novel ini ketika Fahri mulai di tangkap. Karena beberapa teman bilang, klo pada filmnya tidak diperlihatkan bagaimana fahri di penjara dan proses pembebasan fahri secara detail. Gw pun membacanya,   Subhanallah sekali,,ternyata banyak makna dan syiar islam yang terlihat pada bagian akhir ini yang tidak terlihat pada filmnya. Gw mulai sedikit ecewa dengan film AAC.

Gw pun membaca kembali novel ini dari awal. Penggambaran yang terlalu detail oleh penulis membuat gw bisa merasakan suasana Mesir. Tapi tak jarang gw skip bagian2 penggambaran Mesir karena gw tak terlalu suka membaca novel yang terlalu banyak deskriptifnya. 2 minggu gw bau bisa mengkhatamkan membaca novel ini bukan karena isinya gak bagus,,,tapi karena gw gak terlalu suka novel full deskriptif.

Setelah selesai membaca novel ini. Gw kecewa dengan filmnya. Sangat sedikit pesan yang disampaikan oleh film AAC. Yang lebih diperlihatkan hanya kisah cinta seorang Fahri diman dia dicintai oleh 4 orang wanita yang cantik.Tapi apa hendak dikata film merupakan adaptasi dari novel bukan novel yang dijadikan film begitu kata Hanung B.

Pesan yang digambarkan oleh novel lebih memasyarakat,,,tak heran klo novel ini sampai terjual 400.000 eksamplar. Bagaimana hidup rukun dengan sesama manusia yang seagama dan tidak seagama,,,bagaimana perlakuan seorang muslim kepada muslimah dan sebaliknya,,,bagaimana Islam mengajarkan hidup bersih dan rapi,,,,bagaimana merencenakan hidup  dan menjalankan rencana2 tersebut dengan disiplin agar hidup yang lebih baik lagi,,,,bagaimana seseorang memenuhi janji walaupun kondisi keadaan yang sangat lemah,,,bagaimana seorang muslim memperlakukan istrinya dengan sebaik2nya,,,,bagaimana menganggap sesuatu itu pantas,tidak pantas atau berlebihan,,,bagaimana seseorang sabar menghadapi cobaan,,,banyak hal yang dapat dipetik dari novlenya disbanding dari film…

So jika ingin mendapatkan inspirasi spiritual yang sangat dalam lebih baik membca novelnya,,,,

Islam is wonderful ,,,,,Learn more about Islam,,,

Advertisements